Jun 21, 2007 Selamat datang di cyber universe ... Sebuah dunia penuh khayal dan imaji bebas tanpa hambatan menembus batas-batas agama, moral (etika), kultur, negara, suku, bahasa,.....maka, perlulah pendidikan multikultural-religius untuk membangun kebersamaan dalam keragaman (pluralitas) dan melahirkan manusia-manusia religius yang patuh pada tiga ayat Allah, yakni ayat quraniah, kauniyah (alam), dan insaniah (manusia). Jadilah muslim kaffah. Insyaallah  
 | Thanks for your coming on my site... |
 | Well this is very interesting indeed. Would love to read a little more of this. |
 | Baik pak, memang sekarang sudah jarang lihat Blog... Gimana kabar Pak Latif?? |
 | Bedakan antara agama dan paham keagamaan. Dalam agama ada hal-hal yang tidak boleh berubah dan diubah (Tsawabit/tetap, seperti akidah), Kalau pemikiran keagamaan, itu boleh dibantah/dikritisi (mutaghoyirat/dapat diubah). Fikih itu produk pemikiran keagamaan seorang ulama, maka bisa saja diubah. Misalnya, waktu sholat/puasa, karena setiap negara punya waktu yang berbeda dengan negeri ARab, dst...Wallahu'alam |
 | Pak Zai selama saya berdiskusi sama mereka (makhluk pluralism) kemudian saya ajak membahas tema tentang syahadat dan saya pancing2 mereka selalu tidak mau .. dengan alasan ..Itu tidak ada kuntribusi Pluralisme...
jadi kesimpulan saya kalo mereka mengakui dua syhadat yg telah Allah dan rasul tetapkan tentunya sudah tidak opluralisme lagi ..sebab akan mengancam akidah mereka.
sekarang mereka telah gencar2nya Dakwah Pluralism, hadist Pluralism, tafsir Pluralism, fikih pluralism (yg dulu fikih lintas agama) agama pluralism, syahadat pluralism, akidah pluralism.. syahadat pluralism, maka hasil akhirnya adalah Tuhan pluralism.. dan ,ini semua di awali AKIDAH PLURALISM... JADI Persepsi mereka tentang semua kebanaran adalah bersifat ralitaif maka timbulah paham ralativisme. dengan alasan yg tidak ilmiah,,...! |
 NOTES (Materi Perkuliahan) May 25, 2010   |  |  | |
|
Menjadi Muslim Humanis-Religius dan Moderat
|